Wednesday, February 17, 2016

Bekasi naik Krakatau Sampai Ketemu Bang Eko

Ini kisah mengenai perjalanan gue dari kota Madiun ke Bekasi. Lanjutan dari cerita maren hari, gue berangkat sekitar jam 10.00 WIB. Gue naik kereta yang jakarta kearah dengan nama kereta “krakatau”. Kali ini gue cukup seneng didalem kereta, karena kereta kali ini udah sepi, bersih lagi.

Perjalanan dari Madiun kereta berhenti disebuah stasiun. “Walikukun” namanya, disana naiklah satu keluarga yang berisi Ayah, Ibu dan satu ekor anak. Si ayah duduk di bangku sebrang, sedangkan Ibu dan si anak didepan gue.

Baru aja kereta berjalan lagi, sekitar 30 menitan (11.00 WIB). Si Ibu uda makan, abis makan dia ajakin gue ngbrol. Kesimpulan obrolan kami sebagai berikut :

Mereka mau ke sumatra selatan buat pulang ke kampung si Ibu, si Ayah orang Walikukun, dan anaknya itu pernah kuliah tapi putus saat smester 4.

Ga lama kemudiam sampai di stasiun “Lempuyangan”, masuk seorang penumpang dengan perawakan kecil, pakaian t-shirt , nertopi, berkacamata, celana jeans panjang, dan bersepatu kulit kinclong. Kami awalnya sedikit obrolan, paling cuma bahas turun dimana. Lalu sekitar jam 15.00 WIB, si Ibu dan keluarga pindah ke bangku belakang buat tidur. Emang sih, hari ini kereta lagi sepi penumpang jadi banyak banhku yang kosong. Dari sinilah awal mula jati diri si pria tadi terungkap.

Pria ini bernama “Eko”, dia seorang teknisi mesin digital printing “konica Minolta”. Kami ngobrol banyak tentang mesin itu sejarah dia jadi teknisi, tujuan gue ke bekasi, sejarah dia kenal bos Prima digital printing yang katanya orang-orang itu kakaknya Pak Johan bos gue waktu di Angkasa Digital Printing Madiun. Kami langsung akrab, mainan GPS, berbagi cerita, cocok lah jadi temen ngobrol selama dikereta, dia juga asik orangnya. Mau minta kontaknya buat apa coba nanti, ya udah pisah cuma salaman dengan ucapan “sukses” sebagai perpisahan.

Thanks Bang Eko buat obrolan di kereta gue jadi ga jenuh di kereta. Eh, gue udah sampai nih, mau prepare buat turun, bawaan gue lumayan ini soalnya.

Kita lihat besok cerita apa lagi ya ?

0 comments:

Post a Comment